BUKITTINGGI – Kamis, 20 Agustus 2026 H. Haris Sandra, S.Kom selaku Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menyampaikan materi tentang Artificial Intelligence & Personal Branding dalam gelaran Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Kegiatan yang berlangsung di gedung Student Center UIN Bukittinggi ini dihadiri oleh 1.700 mahasiswa baru yang menyimak pemaparan dari awal hingga akhir sesi.
Dalam penjelasannya, Kepala TIPD menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi AI secara bijak untuk menunjang kegiatan akademik, sekaligus mengimbangnya dengan pembentukan personal branding yang kuat di era digital. Sesi diskusi berlangsung interaktif ketika para mahasiswa baru aktif mengajukan pertanyaan terkait strategi membangun citra diri positif serta pemanfaatan tools AI untuk kedisiplinan dan produktivitas belajar. Acara ini diharapkan dapat memberikan pembekalan awal agar mahasiswa siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Materi utama yang dibawakan dalam sesi tersebut secara spesifik mengangkat judul "Artificial Intelligence & Personal Branding". Melalui topik ini, Kepala TIPD menguraikan bagaimana penguasaan kecerdasan buatan harus berjalan beriringan dengan pembentukan identitas digital yang berintegritas. Pemilihan judul ini menegaskan komitmen kampus dalam mencetak generasi akademisi yang tidak hanya terampil memanfaatkan tools modern, tetapi juga mampu mengomunikasikan nilai, karya, dan keahlian mereka secara profesional di ranah digital.
Lebih lanjut, Kepala TIPD menghubungkan penerapan materi tersebut dengan optimasi layanan eCampus UIN Bukittinggi. Sebagai pintu utama portal akademik, eCampus tidak hanya memfasilitasi pengisian KRS atau pengecekan nilai, melainkan menjadi fondasi awal mahasiswa dalam membangun rekam jejak digital yang terstruktur. Kedisiplinan mahasiswa dalam mengelola data akademik, jadwal kuliah, dan tugas melalui eCampus merupakan bentuk nyata dari penerapan personal branding yang berintegritas sejak dini.
Melalui integrasi antara pemahaman AI, penguatan personal branding, dan pemanfaatan sistem eCampus secara maksimal, para mahasiswa baru diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang produktif dan efisien. Langkah ini menjadi pijakan awal bagi 1.700 mahasiswa baru UIN Bukittinggi untuk menavigasi perjalanan akademik mereka, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lulusan yang adaptif dan berdaya saing tinggi di era transformasi digital.

